Wali Kota Mojokerto Hadirkan Semangat Kebhinekaan Dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month Jumat, 4 Jun 2021
- visibility 221
- print Cetak

KOTA MOJOKERTO – RI, Peringati Hari Lahir Pancasila diselenggarakan dengan nuansa berbeda di Kota Mojokerto, Selasa pagi (1/6/21) Wali Kota Mojokerto “Ika Puspitasari” bersama Jajaran Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kota Mojokerto menghadiri Upacara Nasional secara Virtual di Ruang Nusantara Balai Kota Mojokerto dengan menggunakan Pakaian Adat dari penjuru NKRI.
Wali Kota Mojokerto “Ika Puspitasari” menuturkan, penggunaan Pakaian Adat dari berbagai Suku ini untuk mengusung semangat Kebhinekaan sebagai penterjemahan dari Ideologi Bangsa yakni Pancasila.

“Berbagai warna, berbagai Suku, berbagai Adat Istiadat Budaya yang menjadikan Indonesia ini sebagai sebuah Negara yang besar dan memiliki kekuatan yang tidak terkalahkan oleh siapapun apabila kita memiliki semangat yang sama yaitu ‘Tunggal Ika’, bersatu menjadi satu kesatuan meskipun kita berbeda – beda,” ungkapnya.
Wali Kota Mojokerto, mengajak seluruh elemen masyarakat mengimplementasikan semangat tersebut dalam setiap perilaku dan tindakan, khususnya dalam menghadapi pandemi Covid – 19 saat ini.
“Untuk bangkit dari keterpurukan resesi ekonomi yang dihadapi oleh Bangsa kita saat ini dibutuhkan Effort (upaya) yang sangat besar, yang hanya akan bisa dilakukan ketika kita bersatu, dimana semangat Bhineka Tunggal Ika menjadi pegangan bagi kita bersama,” ungkapnya.

Upacara hari lahirnya Pancasila secara Virtual di Ruang Nusantara-jen.
Menurutnya, “jika Kebhinekaan dimaknai secara positif, akan mampu menjadi semangat dalam membangun Bangsa termasuk jika di implementasikan di Kota Mojokerto,” terangnya.
Lebih lanjut ia mengajak warga Kota Mojokerto untuk meneladani semangat Soekarno kecil yang saat itu bernama Koesno, dimana 8,5 tahun menghabiskan masa kecil untuk hidup dan bersekolah di Kota Mojokerto.
“Disini saya juga mengajak seluruh masyarakat Kota Mojokerto, seluruh Stakeholder yang terkait untuk meneladani semangat Sang Proklamator Soekarno, keberadaan beliau 8,5 tahun terukir pola – pola pikir beliau yang luar biasa Visioner, jiwa heroisme, serta Nasionalisme beliau, meskipun saat bersekolah disini bercampur dengan anak – anak dengan Kebangsaan Belanda, tapi Soekarno sebagai minoritas tidak memiliki keminderan atau patah semangat, namun jurstru semangat Nasionalismenya semakin terbentuk,” jelasnya.
Ia berharap anak – anak di Kota Mojokerto mampu meneladani semangat Soekarno kecil yang saat ini sedang berjuang untuk mewujudkan cita – citanya, pungkas Wali Kota Mojokerto. (Bams/Adv)
- Penulis: Radar Indonesia

Saat ini belum ada komentar