Ketua APK Lima Muhammad Marsam Minta Evaluasi Total Hari Jadi Ke667 Kota Probolinggo demi Nasib Pedagang
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 8 menit yang lalu
- visibility 3
- print Cetak

PROBOLINGGO,RI- Rangkaian kegiatan Hari Jadi Ke-667 Kota Probolinggo mendapat apresiasi dari kalangan pedagang kaki lima (PKL). Namun, di tengah ramainya berbagai kegiatan yang digelar, sejumlah pedagang mengaku mengalami penurunan omzet dibandingkan momentum serupa pada tahun-tahun sebelumnya. Sabtu (26/09/2026) Malam.
Ketua Paguyuban APK Lima, Muhammad Marsam, mengatakan pihaknya mengapresiasi pelaksanaan rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Probolinggo. Menurutnya, kegiatan tersebut sebenarnya memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku usaha dan pedagang.
Namun, Marsam menilai momentum pelaksanaan kegiatan tahun ini perlu menjadi bahan evaluasi pemerintah. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kondisi masyarakat yang sudah memasuki akhir bulan atau tanggal tua.
“Kami dari Paguyuban APK Lima mengapresiasi adanya kegiatan Hari Jadi Kota Probolinggo. Tetapi, menurut kami momentumnya kurang tepat karena pelaksanaannya bertepatan dengan tanggal tua, sehingga daya beli masyarakat menurun,” jelas Muhammad Marsam.
Ia menyebut, rangkaian kegiatan kampung seperti panggung hiburan maupun karnaval yang berlangsung sebelumnya juga turut memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat. Sebab, menurut dia, masyarakat telah mengeluarkan biaya untuk berbagai kegiatan selama hampir satu bulan.
“Apalagi kegiatan ini merupakan rangkaian selama satu bulan. Sebelumnya sudah banyak kegiatan kampung, seperti panggung maupun karnaval. Jadi amunisi atau uang masyarakat sudah banyak terkuras,” ungkapnya.
Kondisi tersebut, lanjut Marsam, berdampak langsung terhadap omzet pedagang. Bahkan, sejumlah pedagang yang sebelumnya berencana berjualan selama beberapa hari memilih meninggalkan lokasi lebih cepat karena hasil penjualan tidak sebanding dengan biaya operasional.
“Untuk Hari Jadi Ke-667 Kota Probolinggo tahun ini, omzet sangat turun drastis. Banyak pedagang yang keluar, ada yang baru tiga hari, ada yang empat hari. Bahkan di hari-hari terakhir banyak yang memilih keluar karena tidak sesuai dengan biaya operasional,” katanya.
Marsam berharap Pemerintah Kota Probolinggo dapat melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan Hari Jadi pada tahun-tahun berikutnya. Menurutnya, keberadaan event besar seharusnya tidak hanya menghadirkan keramaian, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
“Kami berharap Wali Kota Probolinggo dan para pemangku kebijakan mengevaluasi ke depan bagaimana Hari Jadi ini bisa lebih baik, terutama dari sisi perputaran ekonomi. Karena tujuan adanya kegiatan ini salah satunya untuk meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Selain persoalan waktu pelaksanaan, Marsam juga menyoroti daya tarik wahana yang tersedia di lokasi kegiatan. Ia menilai masih terdapat sejumlah wahana permainan anak yang perlu ditambah agar mampu menarik lebih banyak keluarga untuk datang dan menghabiskan waktu di lokasi.
Menurutnya, di area sebelah selatan masih minim wahana seperti rumah balon, trampolin, maupun permainan anak lainnya. Kondisi tersebut dinilai turut memengaruhi minat masyarakat untuk datang.
“Wahana ini juga kurang menarik. Di sebelah selatan tidak ada seperti rumah balon, trampolin dan beberapa permainan anak. Itu kurang, sehingga minat orang untuk datang juga berkurang,” ujarnya.
Marsam menegaskan bahwa pedagang pada dasarnya mendukung pelaksanaan kegiatan Hari Jadi Kota Probolinggo. Namun, aspirasi pedagang juga perlu menjadi bagian dari evaluasi pemerintah agar kegiatan serupa pada tahun mendatang dapat memberikan manfaat yang lebih merata.
“Kami berharap pemerintah betul-betul mendengarkan aspirasi para pedagang kaki lima. Harapan kami ke depan pelaksanaan Hari Jadi bisa lebih baik dan benar-benar berdampak terhadap perekonomian pedagang,” pungkasnya.
“Memang pengunjung membludak, tetapi daya tarik pembeli berkurang,” tegas Muhammad Marsam.(Suh)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar