Breaking News
light_mode
Trending Tags

Penyidik Kejagung Tetapkan 8 Orang Tersangka Kasus Korupsi, Diduga Kuat PT Sritex Rugikan Negara Sebesar 1, 88 T

  • account_circle Pom py
  • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
  • visibility 215
  • print Cetak

Penyidik Kejagung tetapkan 8 (Delapan) Orang kasus Korupsi diduga PT Sritex

JAKARTA, RI – Senin 21 Juli 2025, Tim Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) telah menetapkan 8 (delapan) orang tersangka dalam perkembangan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian kredit PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten dan PT Bank DKI Jakarta kepada PT Sri Rejeki Isman, Tbk (PT Sritex) dan Entitas Anak Usaha.

Tindakan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-62/F.2/Fd.2/10/2024 tanggal 25 Oktober 2024 jo. Nomor: 27a/F.2/Fd.2/03/2025 tanggal 23 Maret 2025.

Adapun 8 (delapan) orang Tersangka tersebut ditetapkan karena ditemukan alat bukti yang cukup telah terjadi tindak pidana korupsi dalam pemberian kredit PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten serta PT Bank DKI Jakarta kepada PT Sri Rejeki Isman, Tbk yakni terhadap:

  1. AMS selaku Direktur Keuangan PT Sritex periode 2006 s.d. 2003, berdasarkan:
    a. Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP-60/F.2/Fd.2/07/2025 tanggal 21 Juli 2025.
    b. Surat Perintah Penyidikan Nomor: PRIN-63/F.2/Fd.2/07/2025 tanggal 21 Juli 2025.
  2. BFW selaku Direktur Kredit UMKM merangkap Direktur Keuangan PT Bank DKI tahun 2019 s.d. 2022, berdasarkan:
    a. Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP-58/F.2/Fd.2/07/2025 tanggal 21 Juli 2025.
    b. Surat Perintah Penyidikan Nomor: PRIN-61/F.2/Fd.2/07/2025 tanggal 21 Juli 2025.
  3. PS selaku Direktur Teknologi dan Operasional PT Bank DKI Jakarta periode 2015 s.d. 2021, berdasarkan:
    a. Surat Penetapan Tersangka Nomor TAP-59/F.2/Fd.2/07/2025 tanggal 21 Juli 2025.
    b. Surat Perintah Penyidikan Nomor PRIN-62/F.2/Fd.2/07/2025 tanggal 21 Juli 2025.
  4. YR selaku Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten periode 2019 s/d Maret 2025, berdasarkan:
    a. Surat Penetapan Tersangka Nomor TAP-54/F.2/Fd.2/07/2025 tanggal 21 Juli 2025.
    b. Surat Perintah Penyidikan Nomor PRIN-57/F.2/Fd.2/07/2025 tanggal 21 Juli 2025.
  5. BR selaku Senior Executive Vice Presiden (SEVP) Bisnis PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Periode 2019 s/d 2023, berdasarkan:
    a. Surat Penetapan Tersangka Nomor TAP-61/F.2/Fd.2/07/2025 tanggal 21 Juli 2025.
    b. Surat Perintah Penyidikan Nomor PRIN-64/F.2/Fd.2/07/2025 tanggal 21 Juli 2025.
  6. SP selaku Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah periode 2014 s.d. 2023, berdasarkan:
    a. Surat Penetapan Tersangka Nomor TAP-55/F.2/Fd.2/01/2025 tanggal 20 Januari 2025
    b. Surat Perintah Penyidikan Nomor PRIN-58/F.2/Fd.2/01/2025 tanggal 20 Januari 2025.
  7. PJ selaku Direktur Bisnis Korporasi dan Komersial PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah Periode 2017 s/d 2020, berdasarkan:
    a. Surat Penetapan Tersangka Nomor TAP-56/F.2/Fd.2/07/2025 tanggal 21 Juli 2025.
    b. Surat Perintah Penyidikan Nomor PRIN-59/F.2/Fd.2/07/2025 tanggal 21 Juli 2025.
  8. SD selaku Kepala Divisi Bisnis Korporasi dan Komersial PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah Periode 2018 s/d 2020, berdasarkan:
    a. Surat Penetapan Tersangka Nomor TAP-57/F.2/Fd.2/07/2025 tanggal 21 Juli 2025
    b. Surat Perintah Penyidikan Nomor PRIN-60/F.2/Fd.2/07/2025 tanggal 21 Juli 2025.

Para Tersangka tersebut memiliki peran masing-masing yakni:

  1. AMS selaku Direktur Keuangan PT Sritex periode 2006 s.d. 2023: a. Sebagai penanggungjawab keuangan Perusahaan termasuk untuk urusan kredit ke pihak perbankan;
    b. Menandatangani permohonan kredit pada Bank DKI Jakarta;
    c. Memproses permohonan pencairan kredit dengan underlying berupa invoice fiktif;
    d. Menggunakan uang pencairan kredit dari Bank DKI tidak sesuai dengan peruntukannya (modal kerja), melainkan menggunakan uang pencairan kredit tersebut untuk melunasi hutang MTN (medium term note);
  2. BFW selaku Direktur Kredit UMKM merangkap Direktur Keuangan PT Bank DKI Jakarta Tahun 2019 s/d 2022.
    a. Selaku Pejabat Pemegang kewenangan memutus kredit bertanggung jawab atas keputusan yang diambil terhadap suatu MAK;
    b. Selaku Direksi Komite A2 (Kewenangan RP 75 Milyar Rp. 150 Milyar) tidak mempertimbangkan adanya kewajiban Medium Term Note PT. Sritex pada BRI yang akan jatuh tempo;
    c. Tidak Meneliti pemberian kredit PT. Sritex sesuai norma umum perbankan dan ketentuan bank;
    d. Memutus Pemberian Kredit PT. Sritex dengan Fasilitas Jaminan Umum Tanpa Kebendaan walapun PT. Sritex tidak termasuk Kategori Debitur Prima;
  3. PS selaku Direktur Teknologi dan Operasional PT Bank DKI Jakarta Periode 2015 s/d 2021: a. Selaku Pejabat Pemegang Kewenangan memulus kredit bertanggung jawab atas keputusan yang diambil terhadap suatu MAK;
    b. Selaku Direksi Komite A2 (Kewenangan Rp75 miliar – Rp150 miliar) tidak mempertimbangkan adanya kewajiban medium Term Note PT Sritex pada BRI yang akan jauh tempo’
    c. Tidak meneliti pemberian kredit PT Sritex sesuai norma umum perbankan dan ketentuan bank;
    d. Memutus kredit PT Sritex dengan Fasilitas Jaminan Umum Tanpa Kebendaan walaupun PT Sritex tidak termasuk kategori debitur prima; 4. YR selaku Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten periode 2019 s.d. Maret 2025:

a. Merupakan Komite Kredit Komite Pemutus – memutuskan untuk memberikan penambahan plafon kredit kepada PT Sritex sebesar Rp 350 miliar rupiah, walaupun ia mengetahui dalam rapat komite kredit pengusul MAK, menyampaikan bahwa PT Sritex dalam laporan keuangannya tidak mencantumkan kredit existing sebesar Rp200 miliar, dan pada saat itu MTN PT Sritex akan jatuh tempo sehingga diusulkan pemberian kredit baru akan disetujui setelah PT Sritex membayar MTN yang jatuh tempo;

  1. BR selaku Senior Executive Vice President (SEVP) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten periode 2019 s.d. 2023: a. Tersangka BR selaku Komite Kredit Kantor Pusat IV (KK-KP IV) memiliki kewenangan untuk memutus nilai kredit modal Rp200 miliar, tidak melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai komite kredit sesuai dengan prinsip 5C (character, capacity, capital, collateral, and condition);
    b.
    Dalam melakukan evaluasi permohonan kredit yang diajukan PT Sritex, Tersangka BR tidak pernah melakukan evaluasi terkait keakuratan laporan keuangan, Jampidum tetapkan tiga tersangka kasus korupsi pemberian kredit PT Sritex oleh Analisis Kredit, Divisi Bisnis dan Divisi Credit Risk maupun pimpinan Divisi Korporasi dan Komersial.

Namun Terangka BR hanya percaya terkait pemaparan yang disampaikan Pimpinan Divisi Korporasi dan Komersial, sedangkan untuk pemberlakuan jaminan dengan Clean Basis atau tanpa jaminan fisik yang semata-mata hanya didasarkan pada keyakinan yaitu PT Sritex telah go public selama 3 (tiga) tahun dan laporan keuangan selalu baik, sedangkan Tersangka mengetahui bahwa PT Sritex mengalami penurunan produksi dan penurunan ekspor serta peningkatan kewajiban karena memiliki kredit di beberapa Bank sesuai yang tertera dalam SLIK OJK;

  1. SP selaku Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah periode 2014 s.d. 2023: a. Selaku pejabat pemegang kewenangan memutus kredit bertanggung jawab atas keputusan yang diambil terhadap suatu MAK; b. Tidak membentuk Komite Kebijakan Perkreditan atau Komite Kebijakan Pembiayaan (KKP) dan Komite Pembiayaan (KK) pada Pemberian fasilitas kredit modal kerja
    rantai pasok (SCF) kepada PT Sritex;

c. Menyetujui pemberian kredit kepada PT Sritex walaupun mereka mengetahui kewajiban PT Sritex lebih besar dari aset yang dimiliki sehingga kredit tersebut beresiko;
d. Menyetujui dan menandatangani usulan Memorandum Analisa Kredit yang diajukan oleh PT Sritex tanpa dilakukan verifikasi secara langsung terhadap kebenaran Laporan Keuangan Audited PT Sritex 2016 s.d. 2018, melainkan hanya melakukan analisa terhadap data-data yang disajikan dalam Laporan Keuangan tersebut;

e. Tidak melakukan evaluasi terkait keakuratan laporan keuangan yang disajikan oleh analisis kredit.

  1. PJ selaku Direktur Bisnis Korporasi dan Komersial PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah periode 2017 s.d. 2020:

a. Selaku Pejabat Pemegang kewenangan memutus kredit bertanggung jawab atas keputusan yang diambil terhadap suatu MAK;

b. Tidak membentuk Komite Kebijakan Perkreditan atau Komite Kebijakan Pembiayaan (KKP) dan Komite Pembiayaan (KK) pada Pemberian fasilitas kredit modal kerja rantai pasok (SCF) kepada PT Sritex;
c. Menyetujui pemberian kredit kepada PT Sritex walaupun mereka mengetahui kewajiban PT Sritex lebih besar dari aset yang dimiliki sehingga kredit tersebut beresiko;

f. Menandatangani usulan Memorandum Analisa Kredit yang diajukan oleh PT Sritex tanpa dilakukan verifikasi secara langsung terhadap kebenaran Laporan Keuangan Audited PT Sritex 2016-2018, melainkan hanya melakukan analisa terhadap data- data yang disajikan dalam Laporan Keuangan tersebut;

g. Tidak melakukan evaluasi terkait keakuratan laporan keuangan yang disajikan oleh analisis Kredit.

  1. SD selaku Kepala Divisi Bisnis Korporasi dan Komersial PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah periode 2018 s.d. 2020: a. tidak memastikan terselenggaranya kegiatan operasional Bank yang sesuai dengan manajemen risiko dan melaksanakan kegiatan pengelolaan manajemen risiko oleh seluruh unit kerja Bank Jateng;

b. Kajian risiko tidak ditindaklanjuti oleh Analis Kredit melalui mekanisme Trade Checking dan dalam menyusun analisa kredit dibuat dengan data yang tidak diverifikasi dan diyakini kebenarannya terkait data buyer dan supplier data keuangan, sehingga analis belum melakukan perhitungan repayment capacity (kemampuan peminjam untuk memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman, termasuk pokok dan bunga, sesuai jadwal yang telah disepakati).

c. Menandatangani usulan Memorandum Analisa Kredit yang diajukan oleh PT Sritex tanpa dilakukan verifikasi secara langsung terhadap kebenaran Laporan Keuangan Audited PT Sritex 2016 s.d. 2018, melainkan hanya melakukan analisa terhadap data- data yang disajikan dalam Laporan Keuangan tersebut;

d. Tidak melakukan evaluasi terkait keakuratan laporan keuangan yang disajikan oleh analisis kredit; e. Tidak menyusun analisa kredit penyediaan dana lainnya atas dasar data yang diterima dan diverifikasi serta diyakini kebenarannya;
f. Menandatangani Surat Pemberitahuan Persetujuan Limit Supply Chain Financing PT Sritex.

Bahwa akibat adanya pemberian kredit secara melawan hukum oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat, Banten; PT Bank DKI Jakarta dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah kepada PT Sritex telah mengakibatkan kerugian negara kurang lebih sebesar Rp1.088.650.808.028 (satu triliun delapan puluh delapan miliar enam ratus lima puluh juta delapan ratus delapan ribu dua puluh delapan rupiah) yang saat ini sedang dalam proses penghitungan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Mully / Juan//Radar Indonesia

  • Penulis: Pom py

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT Ke-78 TNI Forkopimda Mojokerto Nonton Bareng Pagelaran Wayang Kulit Lakon Bimo Kridho

    HUT Ke-78 TNI Forkopimda Mojokerto Nonton Bareng Pagelaran Wayang Kulit Lakon Bimo Kridho

    • calendar_month Selasa, 10 Okt 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 346
    • 0Komentar

    MOJOKERTO, RI. Dalam rangka memperingati HUT Ke-78 Tentara Nasional Indonesia dengan tema “TNI Patriot NKRI Pengawal Demokrasi Untuk Indonesia Maju”, Korem 082/CPYJ menggelar acara nonton bareng Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk bersama Dalang Ki Seno Aji dari Trowulan, yang berlangsung di Pendopo Graha Maja Tama (GMT) Kantor Pemkab Mojokerto, Jalan Jenderal A. Yani Nomor 16, […]

  • Jelang Sertijab Danramil, Kodim 0815/Mojokerto Terjunkan Tim Verifikasi

    Jelang Sertijab Danramil, Kodim 0815/Mojokerto Terjunkan Tim Verifikasi

    • calendar_month Kamis, 24 Agt 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 281
    • 0Komentar

    MOJOKERTO, RI. Kodim 0815/Mojokerto mengerahkan Tim Verifikasi dalam rangka kesiapan menjelang Sertijab Danramil. Ini bertujuan untuk mengecek dan mencocokan data di dua Koramil yakni, Koramil 0815/10 Bangsal dan Koramil 0815/12 Ngoro. Hal itu disampaikan Perwira Seksi Personalia Kodim 0815/Mojokerto Kapten Arh Akhmad Zainuri, S.H., selaku Ketua Tim Verifikasi saat berada di Makoramil 0815/10 Bangsal Jalan […]

  • Hadirnya Gandrung Zombie, Membuat BALAWANGI Geram

    Hadirnya Gandrung Zombie, Membuat BALAWANGI Geram

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2020
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 297
    • 0Komentar

    BANYUWANGI, RI – Dengan hadirnya Gandrung Zombie di Banyuwangi, sejumlah tokoh adat dan seniman yang tergabung di dalam forum Pembela Adat dan Budaya Banyuwangi (Balawangi), mendatangi Dinas Pariwisata Banyuwangi untuk meluruskan dan menyampaikan aspirasinya hal yang sangat jelas menciderai ikon Banyuwangi yaitu Gandrung, pada Rabu (22/01/2020). Tetapi sangat di sesalkan bagi rombonan Balawangi, Kepala Dinas […]

  • Hibah Ternak Jadi Motor Pemberdayaan, Abdul Mujib Tegaskan Reses Harus Berdampak Nyata Bagi Warga

    Hibah Ternak Jadi Motor Pemberdayaan, Abdul Mujib Tegaskan Reses Harus Berdampak Nyata Bagi Warga

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 84
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO,RI – Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo, Abdul Mujib dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), kembali turun langsung menyapa masyarakat dalam agenda Reses Masa Sidang II Tahun 2026. Bagi Mujib, reses bukan sekadar formalitas konstitusional, tetapi ruang dialog nyata antara rakyat dan wakilnya. Dalam pertemuan tersebut, isu hibah pengadaan ternak mencuat sebagai salah satu aspirasi […]

  • Optimalkan Pelayanan Publik, Kapolda Jatim Serahkan Mobil Shuttle Semeru SPKT

    Optimalkan Pelayanan Publik, Kapolda Jatim Serahkan Mobil Shuttle Semeru SPKT

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 275
    • 0Komentar

    SURABAYA,RI – Upaya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat terus digelorakan oleh Polda Jawa Timur. Dengan mempersiapkan sarana dan prasarana termasuk sumber daya manusia yang terus dimaksimalkan, Polda Jatim komitmen mewujudkan sistem pelayanan masyarakat yang lebih baik. Kali ini, Kapolda Jawa Timur, Drs. Irjen Pol Imam Sugianto,M.Si didampingi Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Pasma Royce, didampingi pejabat […]

  • Pj. Wali Kota Cimahi : Tumbuhkan Budaya Menabung Sejak Usia Dini

    Pj. Wali Kota Cimahi : Tumbuhkan Budaya Menabung Sejak Usia Dini

    • calendar_month Sabtu, 20 Jul 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Cimahi, RI. – Sebanyak 540 siswa baru dari kelas 7 mengikuti sosialisasi gerakan simpanan pelajar dalam rangkaian hari menabung Indonesia yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat bertempat di lapang SMPN 1 Cimahi, Kamis (18/07/2024). Penjabat (Pj) Wali Kota Cimahi Dicky Saromi dalam sambutannya saat menghadiri acara sosialisasi tersebut menyampaikan bahwa gerakan simpanan […]

expand_less