Kades Sumbersuko Angkat Bicara Soal Proyek Drainase BKK Rp250 Juta, Pelaksana Klaim Tak Ada Masalah
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
- visibility 112
- print Cetak

LUMAJANG, RI – Polemik pembangunan saluran drainase yang bersumber dari Dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Tahun 2025 senilai Rp250.000.000 di Dusun Rekesan, Desa Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, terus bergulir.
Kepala Desa Sumbersuko akhirnya memberikan klarifikasi saat ditemui di Balai Desa Sumbersuko. Dalam keterangannya, ia menyebut bahwa pengelolaan proyek tersebut sepenuhnya ditangani oleh pelaksana kegiatan, yakni Debleng.
“Saya tidak tahu apa-apa terkait teknis proyek tersebut. Semua yang mengelola adalah Debleng,” ujar Kepala Desa Sumbersuko.
Saat ditemui, kepala desa juga didampingi Sekretaris Kecamatan Sumbersuko, Abdul Hafid. Dalam kesempatan itu, Abdul Hafid membenarkan bahwa proyek drainase tersebut memang masih memiliki sejumlah catatan yang perlu diselesaikan.
“Memang ada catatan yang belum diselesaikan. Saya juga belum tahu apakah sudah diselesaikan atau belum,” ujarnya singkat.
Sementara itu, Debleng selaku pelaksana kegiatan tetap bersikukuh bahwa proyek drainase dari anggaran BKK senilai Rp250 juta tersebut tidak memiliki masalah.
Namun fakta di lapangan menunjukkan proyek tersebut masih menyisakan bagian pekerjaan yang belum terselesaikan sepanjang kurang lebih lima meter. Menanggapi hal tersebut, Debleng berdalih bahwa penyelesaian pekerjaan masih menunggu arahan dari pihak Kecamatan Sumbersuko.
“Proyek itu tidak ada masalah. Untuk yang tersisa masih menunggu dari kecamatan,” tegasnya.
Di sisi lain, narasumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa sejak awal proyek pembangunan drainase tersebut memang sudah menuai persoalan.
“Sejak awal sebenarnya sudah ada masalah. Namun oleh pelaksana dianggap hal biasa dan masih lumrah,” ungkap sumber tersebut.
Hingga kini, pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) juga belum melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap proyek tersebut. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa keterlambatan monev disebabkan karena pihak dinas masih disibukkan dengan agenda pekerjaan lainnya. (Azis/Septa)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar