Radar Indonesia sukses Rayakan HUT ke14 di Intan Abah Tani Mojokerto
- account_circle Pom py
- calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
- visibility 121
- print Cetak

Foto Perayaan Ulang Tahun Koran Radar Indonesia ke-14. (Rdwn)
GRESIK, RI– Koran Radar Indonesia sukses gelar perayaan hari ulang tahun (HUT) ke 14, pada hari minggu 14 September 2025, acara digelar di Taman Rekreasi Intan Abah Tani Desa Pulorejo Kabupaten Mojokerto.
Acara berlangsung cukup meriah dan penuh suka cita. Kegiatan perayaan turut dihadiri oleh para karyawan Radar Indonesia serta tamu undangan. Dalam perayaan hari jadinya tahun ini Radar Indonesia mengambil tema santunan anak yatim sebagai upaya untuk tetap eksis sebagai media massa arus utama dan rasa kepedulian yang tinggi sebagai anak bangsa.
Radar Indonesia sudah berusia 14 tahun, kalau di media massa itu sudah berusia senior tetapi dia tidak boleh meninggalkan generasi baru karena itu lah dasar utama kenapa kita melakukan transformasi di Radar indonesia,” jelas Pimpinan Radar Indonesia, Pupuh Hariono pada sambutannya.
Pupuh Hariono melanjutkan Radar Indonesia akan bertransformasi sebagai media massa yang dekat dengan seluruh lintas generasi. Transformasi merupakan suatu keharusan di tengah derasnya arus informasi.
“Salah satu yang harus ditransformasi adalah bagaimana kita menjadikan Koran Radar Indonesia sebagai sahabat anak negeri lintas generasi,” ungkapnya.
Dikenal sebagai media arus utama yang berpengalaman, Koran Radar Indonesia dituntut untuk terus mampu beradaptasi sesuai konteks zaman dan menjadi pelopor media digital.
“Pertama yang harus ditransformasi adalah media cetak, hal ini ditekankan pada peningkatan kualitas dan bersahabat dengan generasi muda. Sementara pada generasi muda, Koran Radar Indonesia selama setahun ini sudah menekuni jalan yang kita yakin sebagai menopang operasional kita yaitu digital. Hal ini menjadi keistimewaan yang baru,” ungkapnya.
Menurut Pupuh Hariono, pada era digital saat ini, Radar Indonesia tidak ketinggalan mengikuti perkembangan zaman. Di samping tetap mempertahankan diri sebagai media konvensional, Radar Indonesia beradaptasi dengan masuk ke berbagai platform media baru.
Dalam setahun ini, Radar Indonesia terus memberikan berbagai inovasi dalam pembuatan konten dan terus memperbaharui media platform. Beberapa diantaranya adalah memperbarui platform website Radar Indonesia serta membuat berbagai acara menarik pada platform Youtube.
Pertama yang dilakukan adalah reformasi website radarIndonesia.com, peningkatan yang baru ini diharapkan bisa bersahabat dengan generasi muda. Yang kedua kami akan memberi warna di berbagai platform pada Youtube, berupa Breaking news Radar Indonesia.
Selain itu, dalam waktu dekat, Radar Indonesia juga akan menyajikan suatu acara diskusi mendalam bersama kepala daerah sebagai potret media sebagai sarana edukasi bagi masyarakat.
Kita juga akan memulai obrolan dengan pemimpin daerah. Selain itu, Radar Indonesia akan aktif di Instagram yang merupakan ranah anak muda dan lebih banyak dimanfaatkan fungsi anak muda,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pupuh Hariono menjelaskan bahwa seluruh pengembangan Radar Indonesia dikatakan akan sepenuhnya berjalan menuju visi besar perusahaan media sebagai sahabat anak negeri lintas generasi.
Semua tujuan yang bergerak pada ranah digital itu sesuai dengan visi dan misi Radar Indonesia sebagai referensi bangsa yang berpengaruh pada politik, bisnis, dan ekonomi serta mempengaruhi perubahan di masyarakat,” jelasnya.
Komisaris Radar Indonesia Abdul Fatah mengatakan bahwa Radar Indonesia telah memecahkan rekor sebagai media cetak di Indonesia yang bisa berusia cukup lama dan mampu melakukan transformasi digital.
Tidak banyak media cetak yang bisa sampai 14 tahun khususnya media cetak di hari-hari ini. Pada akhirnya, media koran yang kemudian mengikuti perkembangan zaman dengan mengikuti platformnya, visi dan misi Radar Indonesia tetap sama tetapi hanya platform yang mengikuti zaman,” ujarnya.
Menurut Abdul Fatah, visi dan misi Radar Indonesia sebagai media referensi bangsa untuk lintas generasi menjadi salah satu faktor panjangnya eksistensi Radar Indonesia hingga ber-usia 14 tahun. Hampir tidak ada korporasi yang berani membawa nama Indonesia. Tetapi Radar Indonesia berani membawa nama Indonesia, artinya cita-citanya besar sekali. Hal itu ditunjukkan dengan visi dan misi yang besar hingga akhirnya bisa sampai pada usia 14 tahun,” ujarnya.
Abdul Fatah juga menjelaskan bahwa transformasi merupakan sebuah kewajiban yang harus dilakukan oleh Media untuk menyesuaikan perkembangan zaman.
Keberhasilan sebuah transformasi bukan hanya pada benefit yang memanjakan, melainkan pada perubahan mindset. Jika mindset itu tidak dibangun maka akan gagal. Untuk itu, mula-mula mindset harus berubah. Kedua, transformasi itu biasanya tercipta secara top down,” tandasnya.
Acara ini juga diramaikan dengan adanya seni tari Remo dan pemotongan nasi tumpeng oleh Pimpinan Radar Indonesia Pupuh Hariono didampingi Wakil Pimpinan Supingi dan Komisaris Radar Indonesia Abdul Fatah. (Rdwn)
- Penulis: Pom py

Saat ini belum ada komentar